BSA9BSY9TSGiGSYoBUAlTUC9GA==
Langsung ke konten utama

Catatan 5 - Sejarah Tafsir Pasca Pembukuan

Hampir seluruh apa yang belakangan kita sebut sebagai Kitab Tafsir adalah hasil dari satu periode yang dikenal sebagai fase Pembukuan (Tadwin), dimulai pada sekira abad ke-2 Hijriyah. Mulanya, pembukuan terhadap khazanah pengetahuan Islam dimulai dengan dibukukannya hadits-hadits Nabi Saw. Di sinilah, pada salah satu bagian dalam kitab-kitab hadits inilah, ditemukan pula serangkaian penjelasan dari Nabi Saw mengenai makna dari ayat-ayat al-Quran. Pemaknaan ini kemudian lebih terkenal dengan sebutan tafsir. 


Dengan kata lain, uraian-uraian tekstual terkait tafsir al-Quran pada mulanya menumpang pada kitab-kitab hadits. Hingga Abu Jakfar al-Thabari menggubah sebuah kitab yang berjudul Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Quran. Di situ Imam al-Thabari mengulas dengan panjang lebar segala hal terkait pemaknaan terhadap ayat-ayat al-Quran (Tafsir al-Quran).

Memang, terdapat sejumlah kitab tafsir yang dinisbatkan kepada sejumlah tokoh yang hidup jauh sebelum masa pembukuan ini. Sebut misal penafsiran-penafsiran al-Quran-nya sahabat Ibn 'Abbas. Tetapi tentu saja kitab yang kemudian diketahui bernama Tanwir al-Miqbar fi Tafsir Ibn 'Abbas ini tidak dikarang oleh Ibn 'Abbas itu sendiri, melainkan oleh seorang ulama bernama al-Fairuzabadi. Kitab Tafsir Ibn 'Abbas dengan demikian merupakan kompilasi belaka dari riwayat-riwayat yang disandarkan kepada Ibn 'Abbas dan yang dapat dikumpulkan oleh penulisnya. Ini mirip dengan keberadaan Tafsir-Tafsir seperti Tafsir al-Ghazali atau Tafsir Ibn 'Arabi, yang dikompilasi oleh bukan Imam al-Ghazali dan Ibn 'Arabi sendiri. Tafsir Ibn 'Arabi, misalnya, yang diberi judul dengan Tafsir wa Isyarat al-Quran min Kalami al-Syaikh al-Akbar disusun oleh Mahmud al-Ghurrab dalam tempo hampir 25 tahun.

Berangkat dari fase Tadwin inilah kemudian bertebaran kitab-kitab tafsir. Hingga di periode-periode masa kini, ketika kita dapat membaca al-Tafsir al-Bayani li al-Quran al-Karim karya Aisyah Abdurrahman bintu al-Syathi atau Tafsir al-Manar-nya Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha. Sampai di Nusantara, kita mengenal karya-karya seperti Turjuman al-Mustafid karya Syeikh Abdur Rauf Singkel, Tafsir Al-Nur karya  Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir al-Furqon karya Ahmad Hassan, Tafsir al-Ibriz (bahasa jawa) karya Bisri Musthofa, Tafsir Al-Azhar karya Hamka, atau Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. 

Catatan 5 - Sejarah Tafsir Pasca Pembukuan

Lukman Hakim Husnan
Lukman Hakim Husnan
0

0 Komentar untuk"Catatan 5 - Sejarah Tafsir Pasca Pembukuan"

Related Post

Lorem ipsum madolor sit amet, consectetur adipisicing elit.

Click on one of our representatives below to chat on WhatsApp

img
Customer Service Nina Lawson
6281234567891
img
Billing Albert Henderson
6281977094282
img
Support Sufiya Elija
6281977094283
img
Support Pabelo Mukrani
6281977094284
img
Sales Laila Lan
6281977094285
We run on Goomsite.Net
Hello! What can I do for you?

Need help? Let's chat with us!

Berhasil Ditambahkan