Pada umumnya, istilah Sahabat Nabi didefinisikan sebagai orang-orang yang pernah bersua dengan Nabi Saw dan kemudian beriman kepada beliau. Akibatnya, setiap orang yang pernah berjumpa dengan Nabi, sekalipun sebentar sekali, dan sekalipun perjumpaan itu tidak dalam waktu yang lama, dapat dikategorikan sebagai sahabat.
Ibn Umar, misalnya, yang lahir sebulan sebelum Nabi wafat, dapat disebut sahabat. Sebagaimana, menurut pendapat sejumlah ulama, Nabi Isa juga dapat disebut sebagai sahabat karena pernah bertemu dengan Nabi (pada saat Miraj) serta kelak diturunkan kembali sebagai pengikut Nabi.
Sebaliknya, ada orang yang hidup di masa Nabi, tapi tak pernah bertemu dengan Nabi, meski kemudian beriman kepada Nabi, tak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi. Ka'ab al-Akhbar, misalnya, adalah pendeta (akhbar) yang hidup di bilangan Yaman bahkan pada saat Nabi berdakwah tidak jauh dari situ, di Madinah. Ia juga bukan tidak sama sekali mendengar kabar tentang keberadaan Muhammad yang menahbiskan diri sebagai Nabi di sana. Hanya saja, saat itu, Ka'ab belum betul-betul tergugah, sehingga karenanya ia tidak berniat untuk masuk Islam pada saat itu juga. Hingga saat Nabi Wafat, Ka'ab memperoleh hidayah dan kemudian masuk Islam pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
Itulah musabab kenapa Ka'ab al-Akhbar tidak dikategorikan sebagai sahabat, dan harus puas dengan gelar tabi'in.
.jpeg)




Goomsite.Net
0 Komentar untuk" Catatan 2 - Siapa itu Sahabat Nabi"